KONI ASAHAN - Agustina Mahardika Manik Pelari Naik Turun Jurang Hingga Perak Di Sea Games
Agustina Mahardika Manik Pelari Naik Turun Jurang Hingga Perak Di Sea Games
Agustina Mahardika Manik
Pelari Naik Turun Jurang Hingga Perak Di Sea Games
Usaha tentunya tidak mengkhianati hasil, dengan kerja keras semua sesuatu bisa tercapai, terutama dalam bidang olahraga keberhasilan itu bisa tercapai dengan tekad dan kegigihan tiada henti.
Hal itu itu yang dilakukan Agustina Mahardika Manik, putri ke-6 dari 8 bersaudara pasangan Almr Rajab Manik, dan Dameria Siregar, warga Dusun II Desa Hutapadang, Kec BP. Mandoge, Kab Asahan. Dibalik prestasinya ada kisah yang mengharukan. Pelari putri berhijab ini merupakan anak yatim, sang ayah meninggal saat masuk pertama kali Unmed pada 2013. Sehingga sang ibu harus berupaya berusaha sendiri untuk membesarkan 8 anak-anaknya.
"Ayah kami meninggal pada 2013 lalu, saat Agustina masuk kuliah. Tentunya Almarhum ayah tidak sempat menyaksikan keberhasilan adik kami ini," jelas kakak sulung Agustina Mardika Manik, Siti Khodizah Manik, saat dihubungi Waspada via telepon.
Menurutnya, putri kelahiran 18 Januari 1995, adalah dari keluarga petani dan hidup sangat sederhana dan tinggal di rumah sederhana, pergi sekolah naik turun jurang dengan berlari, setelah itu pergi ke ladang membantu orang tua. Akibatnya dirinya dan saudaranya menjadi atlet lari tingkat kampung. Namun tidak diteruskan karena kebutuhan ekonomi.
"Tapi adik kami (Agustina) melanjutkan karirnya. Mulai tingkat kabupaten, provinsi, dan hingga juara pertama pada Kejurnas Piala TNI 2018 lalu," jelas Siti.
Oleh sebab, dirinya beserta pihak keluarga sangat merasa bersyukur, karena adiknya mendapat kesempatan ikut mengharumkan nama Indonesia, khususnya nama Kab Asahan di kancah internasional, dengan mendapat medali perak di nomor 1500 meter, dan perunggu di nomor 800 meter.
"Kami dari keluarga di kampung sangat merasa bangga tidak terkira, karena Agustina telah membela tanah air dengan kemenangan," jelas Siti.
Oleh sebab itu, Siti mengucapkan ribuan terima kasih, kepada pemkab Asahan, KONI, Disporapar, dan PASI, yang telah membina adiknya, hingga bisa meniti karir hingga di tingkat internasional.
"Dulunya adik kami ini hanya lari turun naik jurang, sekarang dia berlari untuk membela Indonesia. Terima kasih semua atas perhatiannya," jelas Siti.
Sedangkan Ketua Pengkab PASI Asahan Fadli, menyampaikan kebanggaanya kepada Agustina, karena telah melahirkan prestasi yang cukup membanggakan, di Sea Game Pilipina 2019. Dan ini akan semangat baru dalam pembinaan atlet atletik di Asahan.
"Ini merupakan prestasi gemilang, dan akan menjadi contoh pada atlet lainnya dalam meningkatkan prestasi," jelas Fadly.
Sedangkan Ketua KONI Asahan Nurkarim Nehe, mengatakan bahwa Agustina adalah sebuah bukti kemauan, usaha dan disiplin yang melahirkan keberhasilan. Sehingga dengan keberhasilan ini pelengkapan kenaikan grafik prestasi atlet asahan, dan terlihat pada kenaikan sekitar 30 persen total atlet Asahan yang masuk Kontingen Sumut ke PON2020 Papua sebanyak 19 atlet, naik jumlahnya dari PON2016 Jabar yakni 15 atlet.
"Ini akan menjadi kado terbesar di KONI Asahan," jelas Nehe.
Agustina Mardika Manik perah medali perak di nomor 1.500 M, di Stadion Atletik New Clark City, Filipina, Minggu (8/12) dengan catatan waktu 4:22.60, dirinya kalah dengan atlet asal Vietnam Oanh Tin Nguyen menyabet medali emas dengan catatan waktu 4:17.31, sedangkan untuk perunggu didapat atlet Vietnam lainnya Phuong Anh Khuat dengan waktu 4:23.47. Sedangkan di nomor 800 meter, Agustina mendapat medali perak dengan catatan waktu 2:09.61, sedangkan emas disambet atlet Vietnam Thin Bich Dinh dengan waktu 2:07.16. dan perak didapat atlet Vietnam lainnya Phuong Anh Khuat dengan waktu 2:08.24.