MEDAN (ASAH) KONI kabupaten Asahan dan Kota Tebingtinggi akhirnya menyerah setelah dengan gigih mengoreksi pembagian wilayah Porwilsu tahun 2014 yang dianggap merugikan Asahan (perangkat empat Pordasu 2010) dan Tebingtinggi (perangkat enam Pordasu 2010) dalam Rapat Kordinasi Anggota KONI Sumut, di Hotel Grand Elite, Medan, Sabtu (16/11) sampai Minggu (17/11) Ketua Umum KONI Asahan Nurkarim Nehe,SE,MSP didampingi wakil sekretaris Bambang Sujarwo SE/Zainal Arifin Siagian SP, Bendahara/ wakil Widya Sastra SH/Dodi Riswanda SP ketika pleno pengesahan pembagian wilayah dan tuan rumah, Sabtu (16/11), meminta KONI Sumut mencatat keteledoran pembagian wilayah yang didasari apapun dianggap Asahan dan Tebingtinggi tidak adil.
“Seperti disampaikan Ketua Umum KONI Tebingtinggi Danil Sultan bahwa wilayah III dihuni Serdang Bedagai perangkat ketiga Pordasu 2010 sebagai single champion wilayah III Porwilsu 2014. Asahan pada Porwilsu 2010 berada di wilayah III sedangkan Sergai di wilayah I. Jika masalahnya geografi, mengapa kabupaten Pakpak Barat dan Dairi berada di wilayah I sedangkan Humbahas berada di wilayah III. Kami sangat menyesalkan kebijaksanaan ini, seharusnya materi draft ini disampaikan ke KONI kabupaten/kota minimal sebulan sebelum Rapat Kordinasi, sehingga draft dapat didiskusikan di level KONI Kabupaten/kota serta dengan kepala daerah masing masing,”cetus Nehe dalam pleno hari pertama. Pimpinan sidang Jhon Ismadi Lubis bersikukuh dan memohon agar KONI kabupaten/kota di Sumut memahami situasi yang ada. “Kalau disusun ulang akan menyita waktu. Kamilah yang memohon maaf jika masih terdapat kelemahan. Adapun hal ini ditempuh untuk kepentingan bersama,”tukas Jhon.
Hanya Asahan dan Tebingtinggi yang mengoreksi kebijakan tersebut, sedangkan KONI Kabupaten Batubara lewat jurubicara Sahala Nainggolan meminta semua peserta menerima pembagian wilayah dengan niat untuk memajukan prestasi olahraga di Sumut. Saat menutup Rapat Kordinasi Minggu (17/11) Ketua Umum KONI Sumut H.Gus Irawan Pasaribu SE.Ak,MM meminta KONI kabupaten/ kota melakukan konsolidasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta DPRD masing masing untuk menopang Sumut Biding tuan rumah PON tahun 2020. Menyinggung dana hibah untuk KONI Sumut tahun 2013 hanya bisa direalisasi di penghujung tahun 2013, Gus menekankan tidak baik mencari cari siapa yang salah, tetapi hal ini menjadi pelajaran berharga bagi KONI Sumut dan KONI kabupaten/ kota ke depan agar benar benar mengawal dana hibah sampai ke buku APBD. Dana hibah KONI Sumut tahun 2013 yang disetujui DPRD Sumut sebesar Rp.15 Milyar akhirnya lenyap dalam buku APBD Sumut tahun 2013. “Ini salah satu kelemahan dan ketidakmampuan saya sebagai Ketua Umum KONI Sumut, untuk itu saya mohon maaf kepada KONI kabupaten/kota dan masyarakat olahraga Sumatera Utara,”ujar Gus.
Rapat Kordinasi di atas akhirnya menyepakati pembagian wilayah dan tuan rumah Porwilsu. Wilayah I: Langkat (tuan rumah Gulat), Medan (Atletik dan Bulutangkis), Asahan (Pencak Silat, Tenis Meja, Sepakbola, Karate), Tebingtinggi (Bola Voli, Tinju, Angkat Besi/Berat/Binaraga), Tanah Karo (catur), Pakpak Barat, Dairi. Wilayah II: Deliserdang (tuan rumah atletik, pencak silat, angkat besi/berat/binaraga), Binjai (bulutangkis, gulat, tinju), Simalungun (bola voli, catur, Tenis meja), Tobasa (sepakbola), Siantar (karate), Samosir. Wilayah III: Tanjungbalai (pencak silat), Labuhan Batu (gulat, tenis meja), Tapsel (tinju), Sergai (sepakbola, bola voli, angkat besi/berat/ binaraga), Humbahas (catur), Labura (bulutangkis), Batubara (Karate dan Atletik), Labusel, Paluta. Wilayah IV: Padang Sidempuan (gulat dan atletik), Madina (sepakbola, bola voli, tinju), Taput (catur, karate), Sibolga (bulutangkis, tenis meja), Tapteng (pencak silat), Palas, Nias, Nisel, Gunungsitoli. Cabang olahraga yang tidak dipertandingkan di Porwilsu/Porpropsu, tetapi melalui Selekda tahun 2014 terdiri: aerosport, anggar, akuatik, balap sepeda, berkuda, balap motor, bowling, bridge, bisbol, dayung, golf. Cabor yang melaksanakan Kejurda tahun 2014 terdiri: bola basket, bilyard, drumband, menembak, renang, sepak takraw, wushu, tenis lapangan, taekwondo. Cabor Angkat Besi/Berat/ Binaraga awalnya ditetapkan sebagai Cabor Kejurda, namun dalam pembahasan Rapat Kordinasi dimasukkan sebagai cabor Porwilsu. Pengusul antara lain Asahan, Medan, Madina dan lainnya.