KISARAN (Waspada): Frans Rosefel Hutajulu kembali mengharumkan nama Kab Asahan, dengan memberikan emas untuk Sumut Cabor Tinju Amatir Junior Youth, Kejurnas di Tannggerang, 21-27 September lalu.
Dengan kemenangan itu, menambah point Asahan untuk mencetak atlet yang berprestasi di ajang laga nasional, dan kontribusi atlet untuk memperkuat Sumut.
"Kita cukup bangga dengan hasil ini. Namun kami tidak akan berhenti di sini, dan kami akan berusaha agar Frans bisa ikut dan menjadi juara di PON 2016," jelas Ketua Pengkap Pertina Asahan Donald Panjaitan, bersama Frans Rosefel Hutajulu, saat berkunjung ke kantor KONI Asahan, Kamis (2/10).
Donald mengatakan, keberhasilan ini tidak merupakan kerja keras atlet (Rosefel Hutajulu) yang menjaga kesehatan, dan tidak pantang menyerah. Sehingga bisa sukses membawa pulang medali emas.
"Semoga cita-cita menyumbang atlet di Cabor Tinju di PON 2016 bisa tercapai," ungkap Donald.
Sedangkan Ketua Umum KONI Asahan Nurkarim Nehe, didampingi Wakil Ketua Syahril Sma Raw, M.Oswiman dan Anda S Rambe, mengatakan agar Frans tidak menganggap juara nasional ini sebagai puncak prestasi, peluang membela Sumut di PON Jabar 2016 masih terbuka lebar.
"Ananda Frans harus berobsesi tampil di ring internasional membela Merah Putih. Semoga Frans membuka jalan lagi bagi dunia tinju Sumut masuk tim nasional,"ujar Nehe sembari menyampaikan terimakasih kepada Pengkab Pertina Asahan dan Pengprop Pertina Sumut.
Nehe berpesan sebagai petinju Youth jalan masih panjang bagi karir Frans. "Bangun sekokohnya disiplin petinju, tanamkan mental juara, Kesatria di atas dan di luar ring. Jangan terpengaruh dengan ajakan tidak sehat untuk merusak karir bertinju,"tukas Nehe.
Tidak Menyerah Sedangkan Frans Rosefel Hutajulu,18, saat berbincang dengan Waspada, mengakui saat berlaga di atas ring selalu ada rasa takut, namun dirinya tidak menyerah keadaan. Remaja yang baru tamat SMA ini, tidak menyerah dengan keadaan dan tetap semangat dalam berlatih dan berusaha maksimal untuk memberikan yang terbaik.
"Takut boleh, tapi menyerah jangan. Terus berusaha dan memberikan yang terbaik," jelas Frans.
Frans yang berusia tujuh tahun sudah ditinggal ibu (meninggal dunia) tapi dirinya tidak mau menyerah dengan keadaan. Dan dirinya terus berusaha dengan baik dalam dunia tinju. dari 2010 segudang prestasi yang diraihnya.
"Tidak ada kata menyerah, Harus tetap semangat, walaupun kalah," jelas Frans.