Jakarta (Satlak Prima) – Tehknokrat Olahraga Nasional Paulus Pesurney menghimbau, agar atlet nasional mempunyai prinsip jadi manusia efisiensi. Melalui strategi tersebut, dapat menjadikan atlet memiliki gerak reflek yang tinggi, baik saat menghindari serangan lawan, maupun ketika akan menyerang.
“Semua itu harus ada dalam benak pelatih untuk dicurahkan pada atlet yang menjadi anak didiknya saat menempa di Pelatnas, baik SEA Games maupun Asian Games. Dengan harapan, ketika atlet diturunkan dalam pertandingan memenuhi harapan untuk menghasilkan serangan yang akurat,”jelas Paulus saat memberikan pemaparan dalam workshop peningkatan kualitas pelatih Satlak Prima di Jakarta, Selasa (8/7).
Paulus melanjutkan, semua efektifitas awalnya harus dilakukan beberapa vase persiapan dalam upaya meningkatkan VO2 Max sampai dalam batas yang diinginkan dan disesuaikan dengan cabang masing-masing. Dengan harapan, tubuh atlet menjadi mesin pencipta energi sangat besar.
Guna mengoptimalkan semua itu, diperlukan penguatan otot dan jaringan pengikat agar mengurangi resiko cedera otot yang tidak diinginkan. Semua itu merupakan tugas pelatih dalam memberikan arahan pada atletnya yang sedang dipersiapkan menuju event internasional.
Hal yang perlu diperhatikan adalah meningkatkan kemampuan otot dalam menghasilkan tenaga yang besar dan lebih cepat dari biasanya. Semua itu tidak lain adalah untuk mendapatkan energi yang besar dalam menggapai prestasi yang besar pula. Namun semua itu diperlukan daya tahan yang spesifik agar mampu menjaga kondisi stamina selama pertandingan berjalan.jo (WS)