Daya tarik Monstrac Asahan Expedition (MAX) ke-2 HUT Bhayangkara ke-73 Polres Asahan berhasil memanggil kembali "Sang Legend" menjadi peserta untuk menaklukkan bumi ekstrim bumi Asahan, sehingga kegiatan ini menjadi reuni akbar pagi para rider.
Sang Legend itu adalah Kakorwa PTIK Kombes Marzuki MM, untuk kembali bermain lumpur bersama 1.100 peserta, karena sebelumnya Marzuki salah satu mentor Monstrack, community trabas trail didirikan oleh Kombes J.Didiek Dwi Priantono. Marzuki sewaktu menjabat Kapolres Asahan pada 2011-2012, dikenal cukup baik dalam olahraga trabas dan bijaksana dalam membina hubungan dengan masyarakat, dengan mengajarkan sportifitas dan tanggungjawab sehingga banyak penggemarnya di Asahan baik itu dari kalangan polisi dan masyarakat umum hingga saat ini.
"Saya rindu dengan Asahan, terutama rute ekstrimnya, sehingga saya menyempatkan waktunya untuk ikut even ini," kata Marzuki saat berbincang dengan Waspada, disaat meninjau kesiapan MAX-ke2 di lapangan Adhi Pradana, Kisaran, Jumat (26/7).
Marzuki juga memuji Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu, karena sudah melakukan terobosan besar dalam mengembangkan olahraga trabas, karena dalam olahraga ini cukup multifungsi, seperti mengenalkan wisata Asahan, hiburan masyarakat, dan yang paling utama patroli yang dilakukan polisi di wilayah pedalaman Asahan, dalam membina hubungan yang baik kepada masyarakat.
"Sebenarnya pada 2011-2012 lalu, saya bukan Kapolres Asahan, tapi Kapolresnya adalah Kabag Ops yaitu Kompol Faisal F Napitupulu, saya hanya pengawas Kapolres. Dan sekarang tetap sama, Kapolresnya AKBP Faisal F Napitupulu, dan saya juga tetap pengawas kapolres," jelas Marzuki sambil tersenyum.
Kandidat perwira bintang satu ini juga mengatakan, kegiatan sangat positif dalam pembinaan masyarakat, terutama generasi muda agar terhindar dari penyalahgunaan Narkoba, dengan berolahraga dan menyalurkan hobinya untuk menjadi generasi yang tangguh untuk ikut membangun negeri.
Selain itu Marzuki, mengakui dirinya sudah lama gantung sepatu, namun karena kegiatan ini dirinya akan terjun kembali, dan mengingat masa lalu bersama masyarakat Asahan yang ramah dan bersahabat.
"Saya yakin ini akan menjadi pengalaman menarik," jelas Marzuki.
Sedangkan Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu, mengatakan bahwa apa yang dilakukannya adalah apa yang diajarkan kakak asuhnya Kombes Marzuki, dirinya hanya meneruskan apa yang telah dirintis para senior.
"Komandan (Marzuki) itu mentor saya, dan kehadirannya ditunggu-tunggu di Asahan untuk meramaikan MAX ke-2," jelas Faisal.
MAX ke-2 yang dilaksanakan pada Sabtu (27/7) multifungsi, salah satu peningkatan PAD, karena Kab Asahan banyak menyimpan kekayaan, terutama dalam bidang wisata, budaya dan kuliner. Selain itu, kegiatan ini tentunya dalam upaya membina hubungan antara polisi dan masyarakat, dalam implementasi program Promotor (Profesional, Modern, dan Terpercaya), sehingga kegiatan nantinya dapat dirasakan oleh masyarakat banyak. Dan kegiatan ini akan dihadiri oleh Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto, dan 1.100 peserta dari 3 provinsi (Aceh, Sumut, dan Riau).
"Kita berharap kegaitan ini berjalan lancar, apa lagi hadirnya Sang Legend Kombes Marzuki, sehingga kegiatan ini akan jadi lebih menarik," jelas Faisal (Waspada)