Nurhayati Gelandang Timnas AFF Putri 2019 Emosi Harus Dikendalikan
Timnas Putri tersingkir di babak penyisihan Grup B Piala AFF 2019 di Thailand, walaupun pulang dengan tangan hampa, tapi ini akan menjadi pembelajaran terbaik bagi atlet.
Hal itu diungkapkan Geladang Serang Timnas Putri Nurhayati,17, warga Lingk II, Kel Dadimulyo, Kec Kisaran Barat, Kab Asahan, saat berbincang dengan Waspada, di Kantor KONI Asahan, Jumat (23/8). Menurutnya dari tiga laga di IPE Chonburi Stadium, Chonburi, Thailad, Indonesia kalah tanpa gol. Debut pertama Timnas takluk dengan Myamar skor 0-7. Hal serupa saat berhadapan dengan Vietnam, Timnas takluk 7-0, dan terakhir melawan Kamboja, Indonesia menang 4-0.
"Ini adalah pengalaman terbaik saya, bermain dengan membawa bendera Indonesia di ajang Internasional," jelas Nurhayati.
Putri kedua dari pasangan Ngatiman dan Rohimah, menuturkan walaupun Indonesia kalah dalam ajang ini, namun banyak pelajaran yang dapat diambil, terutama dalam meningkatkan kecerdasan bermain dan mengendalikan emosi saat berlaga.
"Saya akui, terkadang saat laga, emosi tidak terkendali, apa lagi saat kebobolan, konsentrasi terpecah," jelas Nurhayati.
Nurhanyai mengakui dirinya harus banyak belajar, dan tidak akan menyerah, dan akan terus latihan sehingga bisa bermain dengan baik dan sesuai harapan.
"Terutama dalam hal pengendalian emosi, itu yang paling utama. Karena sebenarnya musuh yang paling besar adalah diri kita sendiri," ucap Nurhayati.
Disinggung dengan tawaran bermain, Nurhayati mengatakan bahwa dirinya ada kemungkinan bermain di Sea Game 2019, dan ada tawaran untuk bermain di salah satu klub di Liga 1.
"Tapi itu barus sekedar omongan aja, mudah-mudahan itu terealisasi. Kalau ditanya, maunya main di Bali United," jelasnya.
Namun untuk saat ini dirinya dalam persiapan Pra PON 2019, dengan membawa nama Sumut dan akan berlatih di PPLP Sumut.
"Untuk saat ini saya akan fokus persiapan diri untuk laga Pra PON 2019," jelas Nurhayati.
Hijab Tidak Boleh Lepas
Ada yang menarik dari gelandang serang satu ini, walaupun bermain bola, dirinya tidak pernah melepas hijabnya, karena itu merupakan suatu kewajiban dirinya sebagai muslimah.
"Tidak boleh lepas, ini kewajiban saya sebagai muslimah, dan sebagai identitas diri," jelas Nurhayati.
Selain itu Nurhati berpesan kepada atlet lainnya untuk selalu berlatih keras dan jangan mudah menyerah, memang itu tidak mudah dan perlu kedisiplinan yang tinggi.
"Tetap giat berlatih, dan buktikan diri kita itu layak untuk jadi atlet," jelas Nurhayati.