KONI(ASAH):Kepentingan politik dan golongan terkadang membuat perbedaan, dan bahkan perpecahan dengan mengutamakan sikap egois, namun di bawah bendera olahraga bisa menyatukan pandangan untuk menciptakan kehidupan lebih baik.
Masih segar diingatan bagaimana bakal calon (Balon) Presiden Jokowi Widodo dan Prabowo berpelukan dan larut dalam kegembiraan di saat Pencak Silat meraih medali emas di Asian Game 2018 di Jakarta. Kegembiraan itu membuktikan bahwa beda pandangan tapi satu dalam visi memajukan prestasi Indonesia.
Memang tidak bisa disamakan apa yang dilakukan dua Balon Presiden itu, namun bisa dijadikan contoh yang terjadi di Asahan. Penyambutan kepulangan atlet nasional Hoki asal Kab Asahan Masriana Sirait, dimotori KONI Asahan dan Federasi Hoki Indonesia (FHI), atlet kelahiran Kec BP Mandoge ini disambut Plt Ketua Golkar Sumut Ahmad Doli Kurnia, didampingi Caleg dari berbeda seperti PAN, Demokrat, dan Garindra. Senin (10/9), di Isomia Cafe, Kisaran. Akibatnya para politisi ini sementara "menanggalkan" kepentingan politiknya untuk menyatukan tekat untuk memajukan olahraga.
"Asian Game merupakan momentum kebangkitan bangsa," kata Doli saat memberikan sambutan.
Doli mengatakan bahwa Masriana merupakan aset daerah, sehingga bisa menjadi motivasi bagi atlet muda yang ada di Asahan.
"Saya berharap Masriana bisa terus mengembangkan kemampuannya hingga masuk ke Olimpiade, atau laga tingkat dunia lainnya," jelas Doli.
Doli juga menjelaskan, bahwa untuk Asian Game, atau Olimpiade, selalu yang keluar menjadi juara umum dari negara yang penduduknya besar, seperti Cina, Amerika, Rusia. Populasi Indonesia menempati urutan lima besar di Dunia, dan berharap kita bisa meraih prestasi itu di dunia olahraga.
"Untuk olahraga saya akan bantu apa yang bisa saya bantu," kata Dolli.
Sedangkan Wakil Ketua KONI Asahan, Anda S Rambe yang juga politisi PAN, dan Caleg Provisi Sumut, berharap Masriana bisa menularkan kemampuannya kepada atlet yang ada di Asahan dalam meraih prestasi.
"Kita berharap, ke depan bisa lahir atlet-atlet seperti Masriana, yang mampu membawa nama Asahan dalam membela Indonesia di laga internasional," jelas Anda.
Oleh sebab itu, kata Anda, KONI Asahan bertekat akan berusaha melahirkan atlet professional, karena untuk Asian Game, Asahan mengirimkan atlet, selain Masriana, ada Agustina Mardika Manik di Cabor Atletik/lari 400 M.
"Ini merupakan suatu kebanggaan, sehingga diharapkan dua atlet ini bisa menjadi motivasi bagi atlet lainnya," jelas Anda.
Berbeda dengan Ketua KONI Asahan Nurkarim Nehe, dalam sambutannya, menuturkan bahwa pengurus KONI Asahan dan penggiat olahraga di Asahan "nano-nano" dari berbagai politisi dan Caleg yang berbeda partai, diantaranya Veri Ansari Manurung Caleg Asahan dari Partai Gerinda, Sahriful Gandhi Caleg Asahan dari PAN, yang juga wartawan media elektronik. Zulkifli Siagian ketua KAHMI Asahan, Caleg dari Partai Demokrat, Kiki Komeini Caleg Asahan dari PDIP, Efi Irwansyah Pane Caleg Asahan Partai Golkar.
"Walaupun suhu politik mulai panas, olahraga itu pemersatu, penyejuk. Mampu mendudukkan politisi (berbeda Parpol) dalam satu meja, demi kemajuan olahraga di Asahan," ungkap Nehe.
Nehe juga berharap, semangat olahraga terus dikibarkan dalam melahirkan dan pembinaan atlet di Asahan. Sehingga prestasi di Asahan bisa terus maju.
"Olahraga itu pemersatu bangsa," jelas Nehe.