KISARAN (Waspada): Pemusatan Pelatihan Daerah (Pelatda) atlet Sumut yang ikut PON 2016 Jawa Barat akan dievaluasi secara bertahap, karena ini bukan saja sekedar soal kemampuan namun soal kesehatan atau kebugaran.
"Kita berterima kasih kepada Universitas Medan, karena kita diizinkan menggunakan alat dan perlengkapan mereka dalam mengukur kesehatan dan kebugaran atlet. Dan Pelatda ini akan kita evaluasi secara bertahap," jelas Ketua Umum KONI Sumut Gus Irawan Pasaribu SE.Ak,MM, saat berbincang dengan Waspada, di Kantor KONI Kab Asahan, Rabu (23/3).
Disinggung dengan Cabor apa saja yang ikut Pelatda, Mantan Dirut Bank Sumut, ini mengatakan semua Cabor telah mengikuti Pelatda, dan yang telah dikunjungi, seperti atletik, renang, angkat besi, sepakbola.
"Semau cabang sudah Pelatda PON, dan saya sudah mengunjungi beberapa cabang. Kita berharap ini berjalan dengan baik," ungkap Gus.
Disinggung dengan target PON 2016, Gus tidak terlalu berambisi, tetapi secara historis dan kekuatan yang ada, peluang yang akan menyumbangkan emas adalah Cabor Whusu, dan Kareta, namun begipun ada harapan kejutan dari Cabor lain.
"Pelatda ini sangat penting, sehingga kita menanti kejutan dari Cabor, karena ada beberapa harapan menyumbang emas, seperti cabang Judo, dan Cabor lainnya. Kita lihat aja nanti," jelas Gus.
Oleh sebab itu, diharapkan KONI, baik itu Kabupaten/kota yang memiliki media internal (majalah atau website) bisa mensuport dengan mengepos kegiatan atlet dalam Pelatda , sehingga para atlet PON Sumut bisa termotivasi.
"Selain dukungan materil, kita juga harus memberikan dukungan moral, dengan memberikan semangat, sehingga para atlet bisa berlaga dengan maksimal," jelas Gus.