KISARAN (ASAH): FOKI Asahan menyelenggarakan Pelatihan Wasit/Juri Karate “B” Daerah (tingkat kabupaten/kota) pada tanggal 3-4 September 2016 di Aula Prestasi KONI Kab. Asahan, sebagai penanggung jawab sekaligus narasumber Said Kelana Ade Putra saat ini menjabat sebagai Dewan Wasit/Juri FORKI Sumut.
Peserta pelatihan ini dihadiri 20 orang dari 2 kabupaten (Asahan dan Labura), persyaratan untuk menjadi peserta, harus pernah menjadi atlet karate dan berpredikat sabuk hitam.
Hidayat Afif, SH selaku Ketua Panitia yang juga berprofesi sebagai Advokad mengatakan, Peningkatan SDM wasit/juri karate ini dalam rangka menjawab kekurangan wasit-wasit daerah.
“kejadian dulu patut menjadi motivasi, ketika FORKI Asahan di minta menjadi tuan rumah O2SN Tingkat Kabupaten Asahan untuk SMP dan SMA, saat itu juri-juri setingkat Sumatera Utara, sedang sedang bertugas di Kejurnas Jambi. Sehingga berbenturan jadwal, jadi pelaksanaan kegiatan tersebut kekurangan wasit/juri, bukan disengaja, dan tinggallah beberapa wasit lokal yang ada di Asahan dan disekitarnya, tetapi dengan kejadian ini sehingga pelaksanaan seleksi O2SN tersebut harus mundur 1 hari” Ujar Paklek (sapaan akrab Hidayat Afif, SH).
Paklek menambahkan, pada saat itu juga Cabang Karate tidak diberangkatkan oleh Panitia Seleksi O2SN tingkat SMA, karna kecewa dengan FORKI Asahan yang tidak mampu menyediakan wasit/juri. Untuk itu kita berharap dengan pelaksanaan kegiatan pelatihan wasit/juri karate tingkat kabupaten/kota, kedepan kita sudah bisa tampil dengan menggunakan wasit lokal maupun sekitarnya dan tetap meminta wasit/juri Sumatera Utara.
Dalam sambutannya Ketua FORKI Asahan H Abdul Rahim Situmorang SE MM didampingi Sekretaris Surya Bakti SE MM mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk menambah SDM wasit/juri karate di Sumatera Utara khususnya Asahan.
“Kami pengurus FORKI Asahan, mengucapkan terima kasih kepada KONI Asahan, yang sepenuhnya memperhatikan dan mendukung kegiatan FORKI Asahan ini” Ujar Abdul Rahim Situmorang
Sekretaris FORKI Asahan Surya Bakti SE MM menambahkan “Kami sangat mengharapkan, jika FORKI daerah lain dan FORKI Sumut mengadakan pelatihan seperti ini, hendaklah pengurus FORKI kabupaten/kota lainnya diberitahu, karna kita tetap akan mengutus calon-calon pelatih maupun wasit/juri untuk menghadirinya, demi meningkatkan pembinaan dan prestasi olahraga Karate Sumatera Utara yang kita cintai ini”
10 Juta Tali Asih kepada Atlet PON XIX Asal Asahan
Disamping itu, Sekum KONI Asahan Efi Irwansyah Pane ketika menyampaikan sambutannya mewakili Ketua Umum KONI Asahan Nurkarim Nehe mengatakan,
“Salam Ketua Umum KONI Asahan bukan beliau tidak mau hadir kemari, karna semalam (2/9) beliau dan pengurus KONI Asahan lainnya menyerahkan penali asih di Kantor KONI Sumut - Medan, untuk 11 Atlet Asahan yang memperkuat Kontingen Sumut pada PON Jabar XIX, dan masing- masing Atlet PON asal Asahan tersebut, mendapatkan penali asih dari KONI Asahan sejumlah 10juta rupiah”
“Olahraga bukan hanya untuk sehat saja, disamping itu ada fungsi reakreasinya. Dan dimasa yang akan datang dapat menjadi profesi melalui bonus atlet berprestasi. Saya mendengar Nova Sinaga (atlet karate asahan-red) mendapat 1 emas di PON Riau 2012 yang lalu, dan bonus yang ia peroleh mampu untuk membangun 1 unit rumah”
“Jadi kedepan diharapkan olahraga prestasi ini akan semakin cerah prestasinya, kecerahan atlet-atlet tersebut ada ditangan pelatih dan wasit/juri, jika tidak diajarkan bagaimana bertanding yang baik dan cara mendapatkan nilai yang baik, anak-anak kita ini tidak akan mampu mendapatkan hasil yang maksimal”. Ujar Efi Irwansyah Pane
Efi Irwansyah juga menambahkan bahwa KONI Asahan juga membuat kebijakan baru, untuk cabang-cabang olahraga yang berpotensi mendapat emas di Porwilsu, KONI Asahan kedepan akan buat Pelatihan Tingkat Daerah/Kabupaten (Satlak Emas Asahan Menuju Porwilsu), sampai akhirnya yang sudah kita wacanakan, Jika atlet yang berdomisili di Kec. Bandar Pulau tidaklah mungkin latihan bersama di Kisaran pulang pergi perhari, untuk itu ketika latihan bersama di kisaran kita akan siapkan penginapan dan tempat latihannya ataupun akomodasinya.
Selanjutnya Efi mengatakan “Intinya induk cabang-cabang olahraga yang berpotensi mendapatkan medali Emas di Porwilsu kedepan dapat merekomendasikan atlet-atletnya yang berpotensi kepada KONI Asahan, jika di tingkat Provinsi Sumut pelatihan atlet disebut PPLP mampu menginapkan atletnya untuk jangka waktu sekian tahun, jujur saja kita, KONI Asahan belum mampu melakukan yang seperti itu.
Namun paling tidak ketika latihan , KONI Asahan tetap memberikan suportnya. Jadi pelatihnya juga disiapkan/direkomendasikan induk cabang olahraga, induk cabang olahraga yang menyiapkan tetapi atlet maupun pelatihnya menjadi milik KONI Asahan, karna kita yang mau ngatur semuanya.
Nah kalau ternyata menurut pelatih salah satu atlet itu perkembangannya lambat, dan diluar dari program itu ada atlet yang perkembangannya lebih pesat, pelatih harus merekomendasikan atlet yang perkembangannya pesat, dan istilahnya dalam suatu kompetisi, mengeleminasi atlet yang perkembangannya lambat. Dan kita tetap minta kepada induk cabor mana atlet yang perkembangannya lebih pesat untuk kita jadikan peserta latihan ini. Jelas Efi Irwansyah Pane ketika pembukaan Pelatihan Wasit/Juri Karate “B” Daerah yang dilaksanakan oleh FORKI Asahan di Aula KONI Asahan (3/9).Nah kalau ternyata menurut pelatih salah satu atlet itu perkembangannya lambat, dan diluar dari program itu ada atlet yang perkembangannya lebih pesat, pelatih harus merekomendasikan atlet yang perkembangannya pesat, dan istilahnya dalam suatu kompetisi, mengeleminasi atlet yang perkembangannya lambat. Dan kita tetap minta kepada induk cabor mana atlet yang perkembangannya lebih pesat untuk kita jadikan peserta latihan ini. Jelas Efi Irwansyah Pane ketika pembukaan Pelatihan Wasit/Juri Karate “B” Daerah yang dilaksanakan oleh FORKI Asahan di Aula KONI Asahan (3/9).
Evaluasi PORKAB Asahan
Masih pada pembukaan Pelatihan Wasit/Juri Karate (3/9) Sekretaris Umum KONI Asahan Efi Irwansyah Pane mengatakan, KONI Asahan juga sedang mengevaluasi pelaksanaan PORKAB Asahan, di Asahan hampir tiap tahun sekali pelaksanaan PORKAB ini. Kita masih mempertimbangkan, apakah tidak sebaiknya kita perbanyak saja Kejuaraan Daerah Tingkat Kabupaten Asahan, jadi terseleksi dan terjaringlah bibit-bibit atlet yang berpotensial ini secara berkesinambungan, nah kemudian PORKAB-nya baru dilaksanakan 4 tahun sekali sebelum Porwilsu.