KONI ASAHAN - Penyusunan Raperda Olahraga Oleh DPRD Jateng
Penyusunan Raperda Olahraga Oleh DPRD Jateng
Jakarta, 2/07/2014). Jawa Tengah itu salah satu Propvinsi terbesar, jumlah penduduknya juga bersaing dengan Propinsi di Jawa lainnya, tetapi dalam olahraga baru sekali menjadi juara umum PON yaitu pada saat penyelenggaraan PON Ke-1 di Solo berpuluh tahun lalu, dan selebihnya hampir selalu kalah dengan DKI Jakarta, Jabar dan Jatim.
Demikian disampaikan oleh Ali Machmud Ketua Komisi E DPRD Jateng pada saat membuka acara audiensi para anggota DPRD Jateng kepada Ketum KONI Pusat Tono Suratman pada hari Rabu tanggal 2 Juli 2014 di Gedung KONI Pusat lantai 10 komplek GBK Senayan.
“Berangkat dari kenyataan itu, serta arti penting olahraga bagi pembangunan karakter maka DPRD memandang perlu untuk segera menyususn Perda Olahraga Jawa Tengah. Dan untuk itulah kami dari Komisi E DPRD Jateng meminta masukan dari KONI Pusat, setelah sebelumnya ke Kementerian Pemuda dan Olahraga RI”, pungkas pak Ali Muchtar.
Terhadap rencana DPRD Jateng untuk menyususn Raperda Olahraga, Pak Tono Suratman yang didampingi oleh beberapa orang pengurus KONI Pusat menyatakan bahwa pada prinsipnya KONI Pusat menyambut baik rencana dimaksud, mengingat bahwa olahraga memang merupakan aspek penting dalam pembangunan karakter, dan untuk itulah sudah sepantasnya untuk di bakukan sesuai perundangan dan dalam takaran dukungan yang memadai. Lebih lanjut pak Tono juga menyampaikan bahwa olahraga harus mendapatkan porsi yang lebih karna olahraga merupakan asset negara dalam rangka membangun karakter demi harkat martabat bangsa. Oleh sebab itu pemerintah harus mendukung penuh sehingga kita segera dapat menyejajarkan diri dengan negara-negara besar Asia lainnya.
“Negara-negara seperti Cina, Jepang, Serbia, dan Bulgaria memberikan dukungan penuh bagi olahraga di negaranya, sedangkan kita masih jauh dari itu dan bahkan terjadi tumpang tindih pengelolaan olahraga, tidak jelas siapa yang menjadi regulator dan siapa yang menjadi eksekutor. Beberapa negara telah mematok prosentase untuk mendukung olahraga yang berkisar antara 2-5 % pertahun dari besaran APBN”, pungkas pak Tono.(Bid. Media dan Humas KONI Pusat)