Medan, (Analisa)
Plt Gubsu Ir HT Erry Nuradi mengharapkan prestasi olahraga Sumut kembali ke era kejayaannya, paling menjadi yang terbaik di tingkat Sumatera.
Harapan tersebut disampaikan HT Erry Nuradi saat menjadi Irup pada puncak Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) XXXII/2015 tingkat Sumut di Halaman Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Senin (19/10) pagi.
HT Ery Nuradi yang sangat antusias bicara olahraga mengaku terpukul dengan kemajuan provinsi lain di Sumatera, terutama Sumatera Selatan.
"Saya baru pulang dari Palembang dan bertemu dengan Gubernur Sumsel. Beliau sangat bangga dengan Stadion Jakabaringnya yang katanya terbaik se-Indonesia," ungkap HT Erry Nuradi. Soal jumlah penduduk, tuturnya, Sumut mencapai 14 juta jiwa yang mungkin setengahnya dari Sumsel begitu juga dengan anggarannya. Tapi soal sarana olahraga, daerah ini jauh tertinggal. Sumsel sudah menjadi tuan rumah PON 2004 dan tuan tumah SEA Games serta akan jadi tuan rumah Asian Games 2018serta berbagai turnamen internasional.
"Di bidang olahraga Sumut tertinggal jauh dari Sumsel. Pada 2004 mereka tuan rumah PON, sementara kita sudah sangat lama, yakni 1953. Jadi kalau dihitung sejak PON 2004, maka Sumut sudah tertinggal 11 tahun. Kalau kita nanti tuan tumah 2024 maka ketinggalannya sudah 20 tahun," papar Erry yang merasa miris dengan realitas bahwa Stadion kebanggaan Sumut yakni Stadion Teladan, dibangun sejak tahun 1953 dan kini kondisinya sudah tidak representatif.
Sport Centre
Untuk itu, pada 2016, pihaknya berencana mencanangkan kawasan Kantor Gubernur lama di Jalan Pancing, menjadi pusat olahraga (sport centre) yang terintegrasi.
"Di kawasan itu sekarang sudah ada beberapa sarana olahraga dari mulai stadion sepakbola mini, GOR Futsal, Gedung Serbaguna dan akan segera dibangun Gedung Boling. Dengan luas lahan 25 hektar, mudah-mudahan bisa kita bangun sarana yang lain sehingga menjadi sport center," jelasnya.
Satu hal yang patut dicontoh, beberapa venue yang dibangun di Sumsel, bukan sepenuhnya dari dana APBD. Sebagian merupakan venue yang didirikan perusahaan-perusahaan maupun BUMN.
Hal ini sebenarnya bisa diterapkan di Sumut mengingat banyaknya perusahaan yang sebenarnya mampu membangun venue yang representatif. Hanya saja, pemerintah harus menyiapkan lahannya.
"Kami akan undang para stake holder, BUMN/BUMD serta perusahaan besar di Sumut untuk membahas proyek ini. Kita tidak akan ambil uang mereka secara langsung tapi akan menyiapkan lahan agar bisa dibangun sarana olahraga," jelas Tengku Erry yang akrab dengan slogan Sumut Paten itu.
"Kita semua harus bersatu padu, tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah saja," tegasnya.
Penghargaan Haornas
Secara khusus, pada peringatan Haornas ke-32 kali ini, tercatat 57 pelaku olahraga menerima penghargaan. Menurut HT Erry Nuradi, penghargaan ini sangat pantas dilakukan karena merekalah yang sudah berjuang mengangkat nama Sumut di pentas nasional hingga internasional. (mp)/Bayu Sahputra?
Daftar Penerima Penghargaan Haornas XXXII/2015:
Pembina Olahraga:
H Baharuddin Siagian SH MSi (Kadisporasu), Nurkarim Nehe (KONI Asahan), Hj Dahliana SH MSi (Pencak Silat), Perry Iskandar (Catur), Elwin Siregar (Otomotif).
Olahragawan Berprestasi:
Pamelius Giawa (atletik/Peparnas), Agus Brutu (atletik/Peparnas), Zumidar Oktina, Adinda Mawardah, Rizka Andika (pencaksilat), Alan Sastra Ginting (atletik/Asian Paragames), Ayu Rahayu (angkatberat/Asian Paragames), Harjono Tarihoran (atletik/Asian Paragames), Anto Boy (angkat berat/Asian Paragames), Nurtani Purba (angkat berat/Asian Paragames), Juan Maulana Harahap (basket), Sarohatua Lumbantobing (tinju), Jaka Kurniawan, Marlando Sihombing (biliar), Al Sendra Sinambela (senam), Srunitasari Sukatendel, Jhoni Abdila Sibarani, Dwi Fadillah, Desynta Banurea, Choirul Efendi Lubis, Daniel (karate), Eddy WS (balap mobil), Firman Farera (balap motor), Aldi Lukman, Fredy, Haris Horatius, Juwita Niza Wasni, Lindswell, Hendrik Tarigan (wushu).
Wasit Berprestasi:
Erwin Harahap (bola basket)
Pelatih Berprestasi:
Bambang Widowasono (pencaksilat), Amir Hasan Siregar (tinju), Pondang P Sinambela (senam), Sandry Liong (wushu), Gusar Sitanggang (dragon boat)
NURKARIM NEHE, SE, MSP:
Kabupaten/Kota Butuh Sarpras Olahraga
Kabupaten/Kota di Sumut butuh sarana prasarana olahraga dari Pemerintah Provinsi.
"Kondisi Kabupaten/Kota di Sumut tidak sama. Dana stimulasi pembinaan olahraga prestasi juga berbeda. Potensi cabor termasuk kelengkapan sarana dan prasarana olahraga terkesan jauh dari layak. Kondisi ini menyulitkan pembinaan olahraga di daerah,” cetus Nurkarim Nehe,SE,MSP, usai menerima Medali/Piagam Penghargaan Haornas 2015 tingkat Sumut untuk kategori Pembina Pembina Olahraga diserahkan Plt Gubsu Ir HT Erry Nuradi di halaman Kantor Gubsu di Medan, Senin (19/10).
Nehe Ketua Umum KONI Asahan 2011-2015 mantan Ketua PWI Asahan dua periode ini lebih lanjut berpendapat, jika sarana prasarana olahraga tertumpu hanya di Medan, akan menimbulkan kerugian ganda bagi daerah ini; pertama harus mereview tata ruang Kota Medan, kajian arus lalulintas, ekonomi, sosial dan jenjang pendidikan atlet.
"Di sisi lain, terjadi “kepincangan”, sebab kabupaten/kota di luar Kota Medan susah berkembang karena minimnya sarana prasarana olahraga yang akhirnya membuat kabupaten/k ota tidak kontributif terhadap kebangkitan olahraga prestasi Sumut,"ujar Nehe.
Nehe alumni Pasca Sarjana Magister Studi Pembangunan Fisip USU ini menghimbau Pemprovsu menetapkan kebijakan pembangunan Sarpras secara desentralisasi sesuai potensi Kabupaten/Kota terhadap olahraga unggulan masing masing.
"Kita harus responsif atas gagasan Plt Gubsu Ir.HT.Erry Nuradi menjadikan kawasan kantor Gubsu Jalan Pancing sebagai Sport Center, akan tetapi mohon diperhatikan minusnya sarana prasarana olahraga di Kabupaten/Kota di luar Medan,"kata Nehe.
Nehe mengambil contoh, Pengkab PBSI Asahan harus mengontrak Hall Cafe Batik untuk Pusdiklat Bulutangkis, mengirimkan pebulutangkis M.Robby Darwis ke Bandung untuk berlatih dan sekolah, mengirimkan Chandra Sim/William Sim berlatih di Jakarta dengan sponsor CSR PT.Satu dan PT.CSIL.
"Tidak semua Kabupaten/Kota bisa seperti yang dilakukan Pengkab PBSI Asahan, begitu juga tidak semua cabor di Asahan bisa seperti PBSI," tutur mengakhiri keterangan. *Analisa, Selasa, 20-10-2015/Bayu Sahputra