KONI ASAHAN - PSSA Asahan Borong Dua Gelar: Askab PSSI Kebut Pembinaan Usia Dini
PSSA Asahan Borong Dua Gelar: Askab PSSI Kebut Pembinaan Usia Dini
KISARAN (Waspada): Keberhasilan PSSA dalam mendapat dua gelar di ajang nasional dan internasional (Runner UP Piala Soeratin U-15, dan Runner UP Barcelona CUP 2017), membuktikan Asahan membuat sejarah baru, sehingga Askab PSSI bertekat untuk meningkatkan mutu pembinaan usai dini.
Ketua Askab PSSI Asahan Armen Margolang, saat berbincang dengan Waspada, di sela-sela penyambutan tim PSSA dari Piala Soratin U-15 dan Barcelona Cup 2017, di Kantor KONI Asahan, menuturkan keberhasilan PSSA itu merupakan kerja keras tim dan dukungan Pemkab Asahan, sehingga membuat sejarah baru baik itu di Sumut dan khususnya di Asahan.
"Oleh sebab itu Asakan PSSI Asahan memfokuskan dalam pembinaan usai dini. Sehingga perkembangan sepak bola di Asahan bisa lebih baik dari sebelumnya," jelas Armen.
Dalam pembinaan itu, kata Armen, pembinaan terus dilakukan, dan pada 7 November ini, PSSA U-18 akan kembali menggelar laga tingkat internasional di Singa Cup 2017, di Singapura. Dan PSSA U-18 ini dipersiapkan untuk memperkuat Asahan di Porwilsu 2018.
"Kita berharap dengan banyaknya jam terbang baik itu tingkat Nasional dan internasional, mutu pemain PSSA terus meningkat dan menjadi motivasi bagi atlet pemula, dalam meningkatkan pretasinya," jelas Armen.
Namun demikian, Armen berharap dengan adanya prestasi ini, Sumut bisa lebih meningkatkan sarana dan prasarana olahraga sepak bola, seperti stadion yang berstandar internasional.
"itu harapan kita, sehingga pembinaan usai dini bisa terus ditingkatkan," jelas Armen.
Jangan Diganggu
Sedangkan Ketua KONI Asahan Nurkarim Nehe, berharap orangtua dan atlet yang terpilih masuk tim PSSA, PSSI Asahan, Tim Porwil/Porpropsu Asahan jika ada keperluan terhadap atlet apalagi sudah masuk Training Centre atau Pemusatan Latihan.
"Harap bersabar menunggu TC selesai, jika ada sesuatu mendesak dan sangat penting harap melapor atau berurusan kepada PSSI Asahan tanpa perantara atau pendamping apakah dari Klub, SSB atau perusahaan di mana orangtua atlet bekerja," jelas Nehe.
Menurut Nehe,Training Center atau Pemusatan Latihan tidak boleh diganggu, jangankan pengurus SSB atau klub atau perusahaan. Bupati sekalipun tak boleh mengganggu dengan menjemput atlet dari TC tanpa alasan jelas sesuai aturan TC. Peraturan di atas segalanya. Jika manejemen PSSA Asahan yang menangani TC di Magelang melalui PSSI Asahan tidak membuat laporan tertulis kronologis kejadian "jemput paksa pemain dari TC Magelang ke Jakarta" sampai Senin 6 Nopember 2017.
"KONI Asahan akan membuat Surat Teguran dan membekukan semua urusan terkait Askab PSSI Asahan sampai ada tindakan admisnistratif Askab PSSI Asahan terhadap oknum pengurus SSB yang menjemput pemain dari TC Magelang saat persiapan laga Piala Soeratin U-15 lalu," tegas Nehe.(a15/B)