Kisaran (KONI Asahan): PS. Bintang Jaya Junior Asahan juara, setelah kesebelasan ini memberikan mimpi buruk yang tidak akan terlupakan para pemain Poslab Labuhan Batu dalam pertandingan PSSI U- 17 Piala Soeratin Cup 2014, Minggu, (28/9) jam 17.30 wib di Stadion Mutiara Kisaran. Tim Poslab Labuhan Batu Junior yang diarsiteki Budi Suryanto harus pasrah dibantai 5-0, tanpa balas oleh Bintang Jaya Junior Asahan.
Sejak pengadil yang memimpin pertandingan Sri Mitro dari Asosiasi PSSI Provinsi Sumatera Utara (ASPROVSU) meniup pluit panjang tanda kick off digelar, kedua tim yang dalam partai semi final sebelumnya menjungkalkan seterunya, Poslab Labuhan Batu menggilas Persitas Batubara dan Bintang Jaya Junior mengkandaskan harapan besar PSMS Medan lewat adu finalty harus bertemu pada pertandingan grand final perebutan PSSI U-17 Piala Soeratin CUP 2014.
Awalnya, scuad Bintang Jaya Junior Asahan yang dibesut Rahman Marasabessy yang pernah merumput di- PSMS Medan dan Medan Jaya ini menginstruksikan seluruh anak didiknya agar bermain agresif lewat formasi 4-3-3 untuk menembus pertahanan bawah Poslab Labuhan Batu Junior dengan permainan cepat lewat sayap kanan yang diperagakan pemain bertubuh gelap Sanjen Prakash dan sayap kiri Bagus Permadi, yang keduanya pemain asal Medan direkrut Bintang Jaya Junior Asahan. Memasuki pertandingan menit (23) malapetaka terjadi pada kubu Poslab Labuhan Batu Junior, umpan matang dari gelandang serang Doni Pramana yang merangkap Kapten kesebelasan Bintang Jaya Junior Asahan, memberikan umpan lambung kepada Abdi Darma Pohan yang sudah berdiri bebas langsung mengkonfirmasinya menjadi gol indah. Gol pembuka Bintang Jaya Junior Asahan membuat ritme permainan menjadi tempo cepat.
Para pemain Poslab Labuhan Batu Junior coba melakukan tekanan demi tekanan, lewat pemain strikernya Rio Syahputra Damanik yang berpostur tinggi untuk mengganggu pertahanan bawah Bintang Jaya Junior Asahan yang dikawal trio Oka Oktayan, Kurniadi, Dika Ananda harus bermain keras untuk menghalau segala serangan yang dilakukan para pemain Poslab Labuhan Batu untuk menyeimbangkan kedudukan dengan strategi sapu bersih.
Gawang Poslab Labuhan Batu Junior yang dikawal Mhd. Alwi Hasibuan harus kembali memungut bola dari gawangnya pada menit (36) lewat permainan tiki-taka kerja sama yang begitu ciamik antara Jabartin Salsabila dengan Bagus Pribadi dan orang ketiga muncul lewat kaki Wilmar Dwi Sukma yang rajin membantu serangan dengan tendangan gledeknya, sehingga dipapan scoor kembali berubah menjadi 2- 0, untuk keunggulan Bintang Jaya Junior Asahan. Usaha keras para pemain Poslab Labuhan Batu lewat kaki, Eko Prastyo, Andri Syah Putra dan Galih Dwi Putra terhenti setelah pengadil Sri Mitro meniupkan pluit panjang tanda akhir pertandingan babak pertama usai.
Memasuki babak kedua para pemain Bintang Jaya Junior Asahan yang terinspirasi kemenangan 2 gol terus bermain ranggi lewat umpan-umpan matang dari segala lini, apalagi gelandang serang Wilmar Dwi Sukma yang bermain bagaikan napas kuda terus menyatroni lini bawah Poslab Labuhan Batu Junior dan menjadikan dirinya “the best player” pada pertandingan itu. Hasilnya, Wilmar Dwi Sukma memborong 2 gol lagi, menit (42) dan (50) sehingga membuktikan dirinya merupakan pemain potensial pada jangkar gelandang serang perebutan PSSI U-17 Piala Soeratin Cup 2014, dengan mencetak hatrik 3 gol, pemain bertubuh kekar asal Medan, memuaskan para penonton sepak bola yang menyaksikan pertandingan sore itu, sehingga papan skoor berubah menjadi 4-0 untuk keunggulan Bintang Jaya Junior Asahan. Usaha keras para pemain Poslab Labuhan Batu untuk memperkecil ketertinggalan, akhir-sia-sia belaka, dimana segala serangan yang dibangun melalui lapangan tengah mudah terbaca para gelandang serang dan bertahan para pemain Bintang Jaya Junior Asahan, gerakan memotong dan mencuri bola dari kaki para pemain Poslab labuhan Batu Junior cukup mumpuni diperagakan para pemain anak-anak Bintang Jaya Junior Asahan, agar anak-anak Poslab Labuhan Batu Junior tidak berlama-lama memainkan sikulit bundar dikaki mereka. Menit (65) awan kelabu kembali menimpa kubu Poslab Labuhan Batu Junior, wing kanan Bintang Jaya Junior Asahan Sanjen Prakash yang direkrut dari Medan ini menunjukan skill individunya dihadapan para penonton yang menyaksikan pertandingan itu dengan melakukan solo run mengelabui empat pemain bawah Poslab Labuhan Batu dengan kaki kanannya yang keras mengkonfirmasinya menjadi gol indah ke-5 untuk kemenangan besar Bintang Jaya Junior Asahan.
Usaha keras para pemain Poslab Labuhan Batu untuk memperkecil ketertinggalannya akhir berakhir sudah setelah pengadil meniup peluit panjang tanda akhir pertandingan, dengan kedudukan akhir 5-0. Kemenangan besar Bintang Jaya Junior Asahan ini membuat tim ini menjadi wakil dari Sumatera Utara untuk berlaga pada regional Sumatera yang akan berhadapan dengan Sumatera Barat, Aceh, Riau, dan Kepulauan Kepri untuk mencari satu tempat berlaga pada babak delapan besar dengan perwakilan tim dari Jawa, Indonesia Bagian Timur, dan lainnya.
Ketua Asosiasi PSSI Provinsi Sumatera Utara (ASPROVSU) Ir. H. Kamaluddin Harahap, M.Si sekaligus menutup Kejuaraan Sepak Bola PSSI U-17 Piala Soeratin Cup 2014 yang digelar di Stadion Mutiara Kisaran. Dalam penutupannya mengatakan saya sangat berbangga hati menyaksikan pertandingan Bintang Jaya Junior Asahan Vs Poslab Labuhan Batu Junior dengan hasil kemenangan Bintang Jaya Junior Asahan 5-0. "Saya atas nama Ketua Asosiasi PSSI Provinsi Sumatera Utara (ASPROVSU) mengucapkan selamat kepada Bintang Jaya Junior Asahan yang dalam pertandingan ini menjadi juara, yang kemudian dipundak adik-adiklah nama besar Sumatera Utara akan dipertaruhkan dalam pertandingan Regional Sumatera yang akan adik-adik wakili nantinya. Kemudian kepada tim Poslab Labuhan Batu Junior yang belum menjadi juara, kami mengharapkan jangan kegagalan ini menjadikan adik-adik patah semangat tapi berlatihlah terus karena “kegagalan adalah sukses yang tertunda”, berlatihlah dengan keras karena adik-adik masih muda dan impian masih panjang,"paparnya.
Lebih lanjut dikatakan Kamaluddin Harahap, sangat memuji Stadion Mutiara Kisaran ini, yang begitu baik di Sumatera Utara, "kalau ada Pejabat yang tidak peduli dengan olahraga sepak bola sebaiknya pemilihan yang akan datang jangan dipilih kembali karena bagi warga Sumatera Utara olahraga sepak bola merupakan menu utama,"ungkapnya. Dan usai memberikan sambutan, Ketua Asosiasi PSSI Provinsi Sumatera Utara (ASPROVSU) Ir. H. Kamaluddin Harahap, M.Si berkenan memberikan Piala kepada Pemenang Perebutan Piala PSSI U-17 Piala Soeratin Cup kepada Kapten Kesebelasan Bintang Jaya Junior Asahan dan Juara II Poslab Labuhan Batu Junior.
Sementara itu secara terpisah Armen Margolang Chief de Mission Bintang Jaya Junior Asahan kepada Koran ini mengatakan kemenangan besar atas Poslab Labuhan Batu Junior perebutan PSSI U-17 Piala Soeratin Cup untuk tingkat Sumatera Utara. "Ini merupakan buah dari pembinaan para pemain muda Kabupaten Asahan,"ujarnya.
Masih dari Armen, "kita meminta kepada Pemkab Asahan agar memberikan perhatian serius kepada para pemain muda belia kita untuk membantu bagaimana para anak muda ini bisa dibina secara berkesinambungan sehingga hasilnya akan menjadi barometer sepak bola Sumatera Utara, dimana kita tahu sendiri kita sudah menjadi juara tingkat Sumatera Utara dengan di Semifinal menjungkalkan PSMS Medan lewat permainan heroik yang hasilnya dilakukan lewat adu penalty. Apabila pembinaan usia muda dilakukan sesuai program yang benar kemudian didukung kepedulian semua pihak akan menghasilkan bibit-bibit muda yang penuh potensial dan bertalenta tinggi yang gilirannya 5 atau 6 tahun mendatang mereka menjadi cikal-bakal pemain yang akan membawa nama besar Kabupaten Asahan pada kancah sepak bola Nasional,"harap Armen.