TASIKMALAYA (Waspada): Kontingen Sumut di Road Race PON XIX/2016 Jabar, harus puas dengan pulang dengan tangan hampa, hal itu disebabkan racer kalah pengalaman, dan jam terbang, ditambah dengan penguasaan lapangan, di Sirkuit Bukit Peusar, Kota Tasikmalaya, Minggu (25/9).
Sumut di bawah pelatih Firman Farera, turun di tiga kelas 125 cc Beregu, 125 cc Perorangan dan 150 cc Perorangan. Di Beregu dengan racer M Irvansyah Putra Lubis,yang finis (pos on race) 14, sedangkan rekannya Andrian Amonangan Aritonga finis di urutan 20, sehingga dengan total poin 34, dan menjadi urutan sembilan. Sedangkan yang menyabet emas di kelas ini, DKI Jakarta, dengan pembalap Galang-Hendra Pratama dan Rheza Danica Ahres, total poin 6. Perak diambil tuan rumah Jawa Barat, Afridza Syach dan Adly M Taufik, total poin 9, dan Perunggu diraih Jawa Tengah, M Erfin Firmansyah dan Agus Setyawan, total poin 17.
Sedangkan di kelas 125 perorangan, tuan rumah Jabar dengan racer Andi Fahrid Azdihar, mendapat medali emas, di 20 lap dengan total waktu 00:23:12.913, sedangkan A Hamid (Kaltim) meraih perak, dan Gerry Salim (Jatim) meraih perunggu. Sementara Sumut dengan pembalap M.Irvansyah Putra Lubis, harus keluar dari sirkuit, di lap selapan, dikarenakan bermasalah dengan rem. Sebelumnya di lap pertama sempat ditabrak pembalap Riau, namun demikian Irvan tetap berusaha sampai batas kemampuan.
Di kelas 150 cc Perorangan DKI tampil dengan gemilang, dengan racer Rafid Topan Sucipto, peraih medali emas dengan cacatan waktu di 20 lap 00:22:02.691, sedangkan Fitriansyah (Kaltim) menyabet perak, dan Herman Bas (Sulsel) mendapat perunggu.
Sementara Sumut dengan racer Zefri Adi, yang memulai gread possition di urutan 18, mampu merayap dan finish di urutan sembilan, dengan total waktu 00:22:20.853. Sebelumnya terjadi dengan persaingan ketat dengan tuan rumah Jabar (Team B), Banten dan Kalteng.
"Kita cukup puas dengan penampilan racer kita, karena telah memberikan yang terbaik. Walaupun kita pulang tidak membawa medali, kita bertanding maksimal dan bersaing dengan racer nasional, bahkan internasional," jelas Manager Tim Road Race Sumut Muhammad Afri , didampingi pelatih Firman Farera.
Afri menuturkan, di PON XIX/2016 racer berpengalaman turun, ditambah lagi sirkuitnya cukup baik dan mereka sudah menguasai lapangan. Sedangkan Sumut racernya masih muda, dan sedikit jam terbang, di tambah belum menguasai sepenuhnya sirkuit yang berbukit karena minimnya waktu.
"Kita kalah pengalaman. Namun demikian saya cukup puas dengan penampilan atlet, terutama di kelas 150 cc, yang mampu melaju dengan baik dan finish di posisi sembilan," jelas Afri