Seikepayang Wakili Sumut Piala Soeratin U15 Asprov PSSI Sumut
KISARAN (Waspada): SSB Seikepayang Asahan berhasil menang 1-0 saat laga final Piala Soeratin U15 Asprov PSSI Sumut melawan SSB TGM Medan, Senin (30/12) di Stadion Mutiara Kisaran, sehingga secara otomatis tim ini mewakili Sumut untuk laga di tingkat Nasional.
Tim besutan Abdurrahman Marasabessi, mampu menunjukkan permainan yang cukup baik di awal laga, namun SSB TGM Medan mampu menahan serangan. Namun di luar dugaan Kapten SSB Sekepayang Dino Bagio, memanfaatkan umpan lambung, dan menyarangkan bola di gawang SSB TGM Medan, pada menit 24. Sehingga kedudukan 1-0 bertahan hingga paruh permainan.
Setelah turun minum, SSB TGM Medan berusaha mengejar ketertinggalan, namun Seikepang bertahan dan malah menyerang, namun usaha itu tidak membuahkan hasil bagi kedua tim, dan skor 1-0 bertahan hingga usai pertandingan.
"Selamat untuk para pemenang, kompetisi ini sasaran utamanya adalah pembinaan," jelas Ketua Askab PSSI Asahan Armen Margolang, didampingi Sekum Asprov PSSI Sumut Fityan Hamdy, saat penutupan.
Hasil pertandingan ini, Seikepayang, kata Armen, mendapat tiket untuk melaju ke Kompetisi Nasional, namun untuk jadwalnya belum ditentukan.
"Alhamdulillah, Asahan bisa kembali mewakili Sumut," jelas Armen.
Pemenang U13 Ditunda
Sedangkan untuk U-13, yang sebelumnya adu finalti yang dimenangkan SSB Bakrei Asahan 3-1 dari SSB Seiekpatang Asahan. Namun untuk pemenang ditunda sementara, karena ada dugaan pemalsuan data pemain.
"Untuk U 13, kita masih dalam proses pemeriksaan internal. Dan dalam waktu dekat akan diselesaikan dengan cara kekeluargaan," jelas Armen.
Armen menekankan bahwa kompetisi ini merupakan langkah pembinaan, bukan mencari pemenang dengan melakukan segala cara, seperti pemalsuan data.
"Bila kita melakukan pemalsuan data, itu sama halnya dengan langkah mundur di dunia sepak bola, dan kita tidak akan memberikan ruang untuk hal itu," jelas Armen.
Sama halnya dengan Ketua KONI Asahan Terpilih Harris ST, mengatakan bahwa masalah ini bukanlah kesalahan anak-anak, namun melainkan tidak kedewasaan pengurus.
"Disiplin itu harus dijunjung tinggi, karena dengan hal itu kita bisa dihargai," jelas Harris.