KONI ASAHAN - Sejarah Singkat Arung Jeram dan Sungai Asahan Terbaik Ketiga Dunia
Sejarah Singkat Arung Jeram dan Sungai Asahan Terbaik Ketiga Dunia
Arung Jeram merupakan kegiatan mengarungi jeram-jeram sungai yang sangat menantang. Rafting memiliki sejarah yang cukup panjang sejak abad ke-19 yang di pelopori John Macgregor seorang pramuka asal Paman Sam (amerika) yang waktu itu memimpin sebuah ekspedisi di sungai Colorado. Perkembangan seiring waktu membawa olahraga arung jeram ke Indonesia dan berkembang sampai saat ini.
Rafting atau Arung Jeram adalah suatu aktifitas pengarungan bagian alur sungai yang berjeram/riam, dengan menggunakan wahana tertentu. Pengertian wahana dalam pengarungan sungai berjeram / riam yaitu sarana / alat yang terdiri dari perahu karet, kayak, kano dan dayung.
Tujuan berarung jeram bisa dilihat dari sisi olah raga, rekreasi dan ekspedisi.Jadi dengan demikian kita dapat definisikan bahwa olah raga Arung Jeram (White Water Rafting) merupakan olah raga mengarungi sungai berjeram, dengan menggunakan perahu karet, kayak, kano dan dayung dengan tujuan rekreasi atau ekspedisi.
PETUALANGAN SUNGAI DI INDONESIA
Sejarah petualangan sungai di Indonesia dimulai sekitar awal tahun 1970-an dengan istilah olah raga arus deras (ORAD). Dipelopori oleh rekan-rekan pecinta alam dari Bandung (WANADRI) dan Jakarta (MAPALA UI). Olah raga ini kemudian menjadi salah satu olah raga petualangan yang paling diminati para pecinta alam.
Pada tahun 1975, WANADRI menggelar Citarum Rally I. Sekitar tahun 1975, Mapala UI mengembangkan juga olah raga ini dengan istilah arung jeram.
Saat ini kegiatan arung jeram tidak hanya dapat dinikmati segelintir kelompok pencinta alam. Sejak 1990 di berbagai daerah kegiatan ini telah berkembang menjadi satu atraksi wisata yang sangat digemari. Sejalan dengan perkembangan tersebut, kegiatan ini juga berkembang menjadi satu olah raga prestasi yang juga sangat menarik untuk digeluti dan ditonton!
Perahu dan peralatan yang dipakai mulai meningkat kwalitasnya, dimulai dari ban dalam, perahu LCR tentara, sampai perahu karet khusus Sungai (River Raft), juga perahu Kayak. Hal ini mendorong Arung Jeram tumbuh cukup pesat, dan menarik minat para pengarung jeram untuk mengarungi sungai-sungai di daerah yang jauh dan penuh tantangan.
Pada tahun 1994 diadakan Kejuaraan Nasional Arung Jeram yang agak resmi di Sungai Ayung, Ubud-Bali. Di kejuaraan ini diterapkan standard penyelenggaran internasional, baik perlengkapan, materi lomba maupun perlengkapan dan penjuriannya.
Kegiatan inilah yang kemudian dianggap pemicu kebangkitan Arung Jeram di Indonesia. Secara komersial wisata Arung Jeram diperkenalkan oleh SOBEK EXPEDITION yang kemudian membuka wisata Arung Jeram di Sungai Ayung Bali, sungai Alas di Aceh , Sungai Saadan – Toraja, Sulawesi Selatan dan Citarik Jawa Barat.
TERBENTUKNYA FAJI DI INDONESIA
Dengan terus berkembanganya Arung Jeram di Indonesia, para penggiatnya merasa bahwa perlu suatu wadah yang dapat membina kegiatan Arung Jeram dengan lebih terorganisir, memiliki wawasan dan tujuan yang jelas.
Pada bulan Maret 1996, oleh 38 Organisasi Pecinta Alam, Klub Arung Jeram Amatir, Profesional dan Komersial, telah dibentuk Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI), yang kemudian terpilih menjadi Ketua adalah Amalia Yunita, seorang yang telah lama menggeluti dunia arung jeram, anggota Aranyacala Universitas Trisakti, yang kini aktif diperusahaan Wisata Arung Jeram PT. Lintas Jeram Nusantara.
SUNGAI ASAHAN ARUNG JERAM TERBAIK KETIGA DI DUNIA
Indonesia masuk terbaik ketiga di dunia untuk lintasan Arung Jeram di Sungai Asahan, yang terletak di Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Setelah Sungai Zambesi di Afrika dan Sungai Colorado di Amerika Serikat. Di tempat ini, traveler bisa melintasi rintangan sungai dengan debit air yang bisa mencapai hingga 120 meter kubik per detik.
Sungai Asahan merupakan sungai yang memiliki hulu di Danau Toba dan melewati beberapa desa dan berakhir di Teluk Nibung, Selat Malaka. Sungai sepanjang 147 KM ini dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk memancing, pembangkit listrik tenaga air, hingga pariwisata.
Karena arusnya yang cukup tinggi, setidaknya ada 2 PLTA yang masing-masing dinamakan Asahan 1 dan Asahan 2. Salah satu dari PLTA tersebut adalah milik PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) yaitu PLTA Sigura-gura dan PLTA Tangga.