MEDAN (Waspada): Plt Gubsu HT Erry Nuradi menegaskan Pemprovsu akan terus mendorong kemajuan pembinaan dan prestasi olahraga di Sumatera Utara.
Dia pun mengharapkan dukungan dari semua stakeholder untuk membawa olahraga Sumut menjadi lebih baik di masa mendatang.
“Sumut sudah tertinggal jauh dengan daerah lain, terutama dalam hal sarana prasarana olahraga,” ujar Erry Nuradi, saat menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke32 tahun 2015 di Halaman Kantor Gubernur Jl Diponegoro Medan, Senin (19/10).
Pada 2016, Plt Gubsu mengaku mencanangkan kawasan Kantor Gubernur lama di Jl Pancing diubah menjadi pusat olahraga (sport center) yang terintegrasi. Dalam hal ini, Erry berharap dukungan para stakeholder untuk mewujudkan apa yang dicanangkannya itu.
Apalagi, di kawasan itu kini sudah ada beberapa fasilitas olahraga seperti stadion sepakbola mini, GOR futsal, GSG, dan segera dibangun gedung boling. Dengan luas lahan 25 hektar, dia berharap kawasan itu bisa menjawab kebutuhan fasilitas olahraga yang representatif.
“Jadi itu program kita yang anggarannya ditampung dalam APBD 2016. Biar ada kebanggaan kita sebagai orang Sumut,” jelas adik Almarhum HT Rizal Nurdin, mantan Gubsu 1998-2005 itu.
“Kalau dilihat di Palembang, sebenarnya banyak venue yang tidak dibangun dengan dana APBD dan APBN, melainkan dibangun oleh perusahaan-perusahaan besar di sana,” katanya lagi.
Hal itu, menurut Erry, sebenarnya bisa diterapkan di daerah ini, mengingat banyaknya perusahaan yang mampu membangun fasilitas olahraga sebagai wujud rasa memiliki Sumut. Apalagi dalam Undang-undang mereka wajib menyalurkan dana CRS untuk fasilitas umum.
“Di Sumut bahkan ada lima BUMN, yakni PTPN II, PTPN III, PTPN IV, PT Pelindo, dan PT Inalum. Mereka akan kita undang membicarakan ini. Kita tidak butuh uang, mereka bangun saja fasilitas olahraga dan lahannya kita siapkan di Jl Pancing,” tegas Erry.
Erry mengaku salut dengan kemajuan olahraga di provinsi lain di Sumatera, terutama Sumatera Selatan (Sumsel). "Saya baru pulang dari Palembang dan bertemu Gubernur Sumsel.
Beliau sangat bangga dengan Kompleks Olahraga Jakabaring yang katanya terbaik se-Indonesia," ungkapnya.
Padahal, lanjut Erry, soal jumlah penduduk, Sumut mencapai 14 juta jiwa. Sedangkan Sumsel hanya setengahnya saja, begitu juga dengan APBD-nya, Sumut lebih besar. Tapi soal fasilitas olahraga, Sumut sudah jauh tertinggal.
Sumsel sudah menjadi tuan rumah PON 2004 dan tuan rumah SEA Games. Bahkan akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, termasuk sudah pernah menjadi penyelenggara turnamen-turnamen internasional.
"Di bidang olahraga kita tertinggal jauh, 2004 mereka tuan rumah PON. Kita sudah sangat lama, yakni 1953. Jadi kalau dihitung sejak PON 2004, maka Sumut sudah tertinggal 11 tahun. Kalau kita nanti tuan rumah 2024, maka ketinggalannya sudah 20 tahun," paparnya.
Plt Gubsu juga merasa miris dengan kenyataan yang ada bahwa satu-satunya stadion sepakbola kebanggaan di Sumut yakni Stadion Teladan Medan, dibangun sejak tahun 1953 dan kini kondisinya sudah tidak representatif lagi.
“Usia Stadion Teladan sudah sangat tua, bahkan stadion itu dibangun sebelum saya lahir. Kita sebenarnya punya Gedung Serga Guna (GSG) di Jl Pancing dan itu bagian dari aset olahraga, tapi itu belum difungsikan secara maksimal dan perlu dievaluasi,” katanya. (m42/I)/Bayu Sahputra?
Apresiasi
57 Insan Olahraga Sumut
MEDAN (Waspada): Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) memberikan penghargaan kepada 57 insan olahraga di Sumut dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-32 tahun 2015.
Penghargaan itu diserahkan langsung Plt Gubsu HT Erry Nuradi dalam upacara Haornas tingkat Sumut di Halaman Kantor Gubernur Jl Diponegoro Medan, Senin (19/10) pagi.
“Penghargaan ini sangat pantas diberikan karena merekalah yang sudah berjuang mengangkat nama Sumut di pentas nasional hingga internasional. Mereka memiliki rasa cinta pada Sumut walau pun pemerintah belum memberikan penghargaan maksimal," ujar Plt Gubsu.
Ketua Harian KONI Sumut, John Ismadi Lubis, mengapresiasi Pemprovsu yang setiap tahunnya memberikan penghargaan kepada pelaku olahraga. Dia berharap penghargaan yang diberikan Pemprovsu menambah motivasi para atlet untuk terus berprestasi.
“KONI Sumut berharap atlet-atlet penerima penghargaan menjadikan itu sebagai pemicu semangat. Terlebih bagi mereka yang akan menghadapi Porwil Sumatera, jadikan penghargaan itu semangat baru memberikan yang terbaik bagi Sumut,” tegas John.
Kadispora Sumut, H Baharuddin Siregar, mengapresiasi langkah Plt Gubsu mencanangkan pembangunan sport centre di kawasan Kantor Gubsu lama dan rencana mengundang sejumlah perusahaan untuk mendukung program tersebut.
“Selama ini, Disporasu juga sudah melakukan langkah-langkah menjalin kerjasama sejumlah BUMN dalam hal pembinaan olahraga prestasi dan pemuda. Namun memang responnya masih belum terlihat.
Tapi dengan adanya penegasan dari Plt Gubsu bahwa perusahaan-perusahaan di Sumut wajib memberikan kontribusinya, termasuk di sektor olahraga, diharapkan sejumlah perusahaan di daerah ini dapat memberikan respon positif,” ucap pria akrab disapa Bahar itu.
Dikatakan, Disporasu sudah pernah berkirim surat kepada beberapa perusahaan di Sumut seperti PLN Cabang Sumut dan PT Pelindo untuk mau menjadi bapak angkat cabang olahraga. Namun sejauh ini belum menunjukkan respon positif.
“Kita tidak butuh bantuan uang, kita mau perusahaan-perusahaan itu jadi bapak angkat cabor olahraga. Semisal cabor tinju, silakan mereka bina atlet dan sediakan fasilitas latihannya. Merekakan punya dana CSR, itu bisa dimanfaatkan ke sektor olahraga juga yang sebenarnya penting dalam hal pembinaan dan pembentukan karakter generasi muda,” ucapnya. (m42/C)/Bayu Sahputra
Penerima Penghargaan Haornas 2015
Pembina Olahraga
H Baharuddin Siagian SH MSi (Kadisporasu), Nurkarim Nehe (Ketua KONI Asahan), Hj Dahliana (Ketua IPSI Sumut), Perry Iskandar (catur), Elwin Siregar (otomotif).
Olahragawan Berprestasi
Pamelius Giawa (atletik/Peparnas), Agus Brutu (atletik/Peparnas), Zumidar Oktina, Adinda Mawardah, Rizka Andika (pencaksilat), Alan Sastra Ginting (atletik/Asian Paragames), Ayu Rahayu (angkat berat/Asian Paragames), Harjono Tarihoran (atletik/Asian Paragames), Anto Boy (angkat berat/Asian Paragames), Nurtani Purba (angkat berat/Asean Paragames), Juan Maulana Harahap (basket), Sarohatua Lumbantobing (tinju), Jaka Kurniawan, Marlando Sihombing (biliar), Al Sendradoehan Sibambrla (senam), Srunitasari, Joni Abdila Sibarani, Dwi Fadillah, Desynta Banurea, Choirul Efendi Lubis, Daniel (karate), Eddy WS (balap mobil), Firman Farera (balap motor), Aldi Lukman, Fredy, Haris Horatius, Juwita Niza Wasni, Lindswell, Hendrik Tarigan (wushu)
Wasit Berprestasi
Erwin Harahap (basket)
Pelatih Berprestasi
Bambang Widowasono (pencak silat), Amir Hasan Siregar (tinju), Pondang P Sinambela (senam), Sandry Liong (wushu), Gusar Sitanggang (dragon boat)