KONI ASAHAN - Strategi Armen Kebangkitan Sepak Bola Asahan
Strategi Armen Kebangkitan Sepak Bola Asahan
KONI(ASAH) : Selama tiga tahun berturut (2017,2018, dan 2019) Kab Asahan berhasil menunjukkan taringnya, dengan membawa nama Sumut melaju di putaran nasional Piala Soeratin PSSI U15, dan ini akan menjadi sejarah dalam peningkatan prestasi Asahan yang tidak akan dilupakan.
Hal itu tentunya tidak terlepas dari pembinaan olahraga yang digerakkan oleh KONI Asahan dikomandoi Nurkarim Nehe selama dua periode (2011-2015 dan 2015-2019). Namun dalam sepak bola, Asahan dari tahun ketahuan menunjukkan kemajuan. Dimulai dari sang legenda Erwis Edi Pauja Lubis di era Bupati Risuddin mendobrak kelesuan sepakbola namun upayanya kandas saat PSSA memasuki level nasional, pro kontra bermunculan. Sehingga Erwis melahirkan klub pribadi PS.Bintang Jaya Asahan yang meroket ke tingkat nasional, di tangannya jadi tulang punggung Tim Sepakbola Sumut di PON 2012 Riau dan PON 2016 Jawa Barat.
Namun takdir berkata lain, Sang Legenda jatuh sakit di pertengahan 2016 saat PON 2016 Jawa Barat lagi berlangsung. Namun Semangat sepak bola tidak terhenti, Perjuangan Erwis dilanjutkan Armen Margolang yang kini menjabat Ketua Askab PSSI Asahan dan juga anggota DPRD Asahan dari Partai PDI Perjuangan.
Strategi Armen dengan mengutamakan pembinaan usia dini mampu membuahkan hasil yang patut diajungi jempol, baik itu di tingkat lokal dan nasional. Didampingi Ridwan Lubis, Armen berhasil mencetak pemain bertaraf nasional. Selama tiga tahun 2017,2018, dan 2019 , tim U15 berhasil mewakili Sumut melaju di putaran Nasional Piala Soratin. 2017 Asahan menduduki Runner Up, 2018 Juara pertama, dan 2019 akan diputar awal 2020 ini.
"Kita memang fokus untuk pembinaan atlet. Kita tanamkan pribadi yang baik, bertanggungjawab, suportifitas dan disiplin," jelas Armen.
Namun demikian Armen mengakui bahwa semua yang dicapai timnya, bukanlah semata kinerja dari dirinya sendiri, namun kerja tim, baik itu pengurus Askab PSSI, pelatih, dan masyarakat. terlebih lagi Bupati Asahan Pemkab Asahan Surya, Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu yang selalu membantu dalam pengembangan sepak bola di Asahan.
"Ini semua kerja tim dan masyarakat Asahan, sehingga pendidikan sepak bola di Asahan bisa lebih baik dan melahirkan prestasi untuk menjadi motivasi bagi atlet lainnya," jelas Armen.
Bukan saja pembinaan, strategi Armen juga meliputi peningkatan sarana dan prasarana, dan hal itu terlihat pada 2018, berdirinya Stadion Taufan Gama di Kec Seikpayang sehingga menjadi pusat pelatihan atlet pemula di wilayah itu. Selanjutnya 2019, pembangunan tribun mini di Lapangan Sepak Bola, Kec Simpangempat, dan "bersoleknya" Stadion Mutiara, dengan didominasi warna merah putih, sebagai lambang pembinaan, prestasi, pembentukan karakter, dan semangat nasionalisme, dan akan dilanjutnya pada 2020 nanti. Rencana pembangunan tribun mini Desa bangun Baru, Kec Seikapayang.
"Ada beberapa kecamatan yang sudah mengajukan pembangunan tribun mini, tentunya akan di sesuaikan dengan program pembangunan Pemkab Asahan. Sarana dan prasarana itu sangat penting dalam pembinaan atlet sepak bola," kata Armen.
Di lain tempat Sekretaris Asprov PSSI Sumut Fityan Hamdy, saat berbincang dengan Waspada, mengapresiasi strategi Armen dalam membangkit semangat sepak bola di Asahan, dengan menunjukkan prestasi gemilang, sehingga bila diurutkan Asahan di peringkat pertama untuk kabupaten/kota yang ada di Sumut dalam hal pembinaan.
"Untuk saat ini Medan berada dibawah Asahan dalam pembinaan atlet," Kata Fityan.
Namun demikian, Askab Asahan perlu "dicubit" sedikit, karena sibuk dengan pembinaan pemain, melupakan pendidikan bagi wasit.
"Namun secara keseluruhan, pembinaan atlet di Asahan sudah sangat baik, dan ini harus ditingkatkan lagi, sehingga bisa melahirkan pemain yang handal dan diperhitungkan," jelas Fityan.