KONI ASAHAN - Turnamen Seta Sami Piala Bergilir Waspada
Turnamen Seta Sami Piala Bergilir Waspada
KISARAN (ASAH): Turnamen Sepak Takraw Sabtu-Minggu yang kini mengalami pertambahan waktu, menjadi ajang latihan dan tolak ukur bagi atlet, khususnya empat atlet asahan yang mengikuti Platda persiapan Pra PON di Balitung.
Hal itu diungkapkan Ketua Pengkab PSTI Asahan Zainal Arifin Siagian, saat berbincang dengan Waspada, Senin (29/12) terkait dengan penambahan waktu turnamen. Dia mengatakan bahwa event ini adalah sarana dalam meningkatkan kemampuan atlet dalam meningkatkan prestasinya.
"Selain mencari bibit atlet berbekat di Cabor Sepak Takraw, laga ini juga sebagai persiapan bagi empat atlet asahan yang masuk Platda. Dan menguji kemampuan atlet," jelas Zainal.
Tidak hanya itu, Zainal juga mengatakan PSTI mempunyai tanggungjawab, terkait mensosialisasikan Sepak Takraw di masyarakat, sebagai olahraga kearifan lokal, dan akan menjadikannya oleharag berperatasi, dan juga sebgai persiapan laga Kejuaran Portada Cup, antar pelajar dan santri Se-Sumut, menyambut 30 tahun Pondok Pesantren Darul Arafah, di Deli Serdang pada 5 Maret 2015.
"Oleh sebab itu, sebagai barometer di Sumut, PSTI Asahan juga mempunyai tanggung jawab, mengembangkan olahraga ini, dengan melakukan demonstrasi (pertunjukan-red) dan pertandingan, sehingga bibit atlet tampak dari setiap kecamatan," jelas Zaianl.
Oleh sebab itu, dalam kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kemampuan atlet, dan mendidik mental juara bagi atlet.
"Namun yang paling penting, menumbuhkan jiwa disiplin dan fair play bagi atlet," jelas Zainal.
Zainal juga meminta maaf, bahwa ada penambahan waktu dalam Turnamen Seta Sami Pila Bergilir Harian Waspada, pada dasarnya Senin (29/12) pertandingan selesai. Mengingat karena ketatnya persaingan, dan ditambah lagi lapangan kurang memadai karena diguyur hujan satu hari, sehingga pertandingan dilanjutkan Selasa (30/12).
"Namun demikian tidak tidak ada masalah bagi atlet yang mengikuti pertandingan, karena mereka mengerti dengan keadaan," jelas Zainal.
Laga yang kini diramaikan menjadi 17 tim, dari empat kabupaten (Asahan, Batubara, Tanjungbalai, dan Simalungun) tidak tuntas selama dua hari, pertandingan baru lolos delapan besar (Ojawa, Putra Silau C, Kuda Hitam, Melatih Outih C, Baron STC, Teladan STC, dan Melati Putih). Pada jadwal penambahan waktu, namun Senin (29/12) hampir seharian diguyur hujan, sehingga pertandingan tidak bisa dilakukan. (Waspada).