BERASTAGI, Tanah Karo (Waspada): Kerjasama dalam meningkatkan mutu atlet, walaupun akan menjalani lawan di arena, KONI Asahan dan KONI Tanah Karo tetap satu hati, dan akan menciptakan Twin KONI (KONI Kembar) untuk melahirkan atlet berkualitas untuk membela Sumut.
Kerja sama dua kabupaten itu, terjalin saat KONI Asahan Rapat Anggota di Berastagi, Jumat (28/11) dan dalam waktu dekat ini MOU akan ditandatangani, pada Pekan Olahraga (Porkab) Asahan III pada pertengahan Desember ini.
"Sebenarnya terbalik, bukan Asahan yang berguru ke Tanah Karo, namun Tanah Karo-lah yang seharusnya berguru dengan Asahan. Sehingga kerjasama dua KONI Kabupten ini bisa terjalin dengan baik," jelas Ketua Umum KONI Tanah Karo Heri Ricardo Giting, didampingi Pelatih Atletik Tanah Karo Drs Kenop Tarigan.
Heri yang telah berhasil membawa Tanah Karo di urutan dua Proprovsu, dengan Cabor andalan Atletik dan Gulat ini, dan olahraga unggulan Whusu, mengatakan bahwa KONI Asahan akan berusaha lebih baik ini, dan dalam kerjasama dengan Asahan adalah satu program dalam pembinaan atlet.
"Dari Asahan kita akan belajar tentang pembinaan Pencak Silat, Catur dan Taekwondo. Karena olaharga ini adalah lapisan kedua andalan kami untuk meraih medali," jelas Heri.
Menurut Heri, dalam kerja sama ini akan saling tukar informasi dalam pembinaan dan mencetak atlet yang tangguh. Walaupun pada ujungnya menjadi musuh di lapangan, namun hal itu akan menajadi ukurankerja sama ini.
"Walaupun saat laga seperti Kejurda, Selekda, Porwilsu, dan Porprovsu. Asahan akan menjadi lawan tangguh. Ini akan tolak ukur kita dalam pembinaan atlet," jelas Heri.
Heri juga menuturkan Twin KONI ini juga akan menjadi contoh, kerja sama dalam melakukan pembinaan, dan menghasilkan atlet yang berkualitas dengan tujuan akhir adalah menyumbangkan atlet untuk membela Sumut, dan akan berencana panitia bersama dalam even olahraga tingkat Provinsi Sumut.
"Kita punya tekat untuk Tanah Karo dan Asahan akan berusaha menghasilkan atlet terbanyak untuk Sumut," jelas Heri, yang jago dalam membangkitkan semangat atlet.
Sedangkan Ketua Umum KONI Asahan Nurkarim Nehe SE MSP, mengatakan bahwa Twin KONI ini, adalah sarana untuk belajar dari Tanah Karo dalam konsep, dan program dalam memberi semangat atlet. Terkait KONI Karo yang tidak mendapat dana hibah dari pemerintah, namun berhasil dengan mengejutkan di Cabor Atletik dan Gulat di Porprovsu.
"Metode inilah yang perlu kami pelajari, sehingga Asahan bisa meniru apa yang dilakukan Tanah Karo," Nehe.
Walaupun menjadi lawan di dalam laga. Nehe mengatakan, dalam laga itu pasti ada yang menang dan kalah, yang penting suportif, dan menjalin komunikasi dengan baik dalam pembinaan.
"Saya setuju dengan KONI Tanah Karo, kerja sama ini bertujuan untuk melahirkan atlet yang berkualitas untuk membela Sumut," jelas Nehe.
Ketua KONI Tanah Karo, Heri Ricardo Giting, didampingi Pelatih Atletik Tanah Karo Drs Kenop Tarigan, mengikuti rapat anggota KONI Asahan di Hotol Horison, Berastagi, hingga selesai. Dan dalam rapat ini. Salah satu hasil rekomendasi Rapat Anggota KONI Asahan adalah Bintek Peningkatan SDM pelatih, dengan peserta, Bidang Kepelatihan Kordinator Olahraga Kecamatan, Bidang Kepelatihan Cabor masing-masing, Pelatih umum atau guru olahraga. Dengan nara usmber KONI Asahan, KONI Sumut, Dispora Asahan, Disporasu dan KONI Tanah Karo.